Tentang Analisis Data

TENTANG ANALISIS DATA[1]

TENTANG ANALISIS DATA[1]

Analisis data diartikan sebagai upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang terkait.

Analisis dalam statistik dibagi menjadi dua yakni analisis deskriptif dan inferensia.

•    Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena suatu variable atau objek yang sedang diamati.

•    Statistik inferensia mencakup analisis suatu variabel yang digunakan untuk menarik kesimpulan.

 

Tahapan Analisis menurut GSBPM:

•       Menyiapkan Naskah Output

•       Validasi Output

•       Interpretasi Output

•       Kebijakan Penyajian Data

 

 

Teknik Analisis Deskriptif

•       Distribusi Frekuensi

•       Ukuran Pemusatan

•       Ukuran Penyebaran

 

TENTANG ANALISIS DATA[2]

image.png

TAHAPAN ANALISIS MENURUT GSBPM[1]

TAHAPAN ANALISIS MENURUT GSBPM[1

 

Menyiapkan Naskah Output

•       Penyiapan naskah output dilakukan dengan mentransformasi data mentah (raw data).

•       Transformasi meliputi penyusunan tabel-tabel indikator dan indeks sesuai rancangan tabulasi.

•       Proses diatas dilakukan menggunakan aplikasi yang telah dibangun.

•       Hasilnya berupa tabel dan grafik indikator yang dapat dipahami oleh pengguna data (stakeholders dan masyarakat).

 

Contoh:

Seorang Staf Desa sedang membuat tabel Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2024 menggunakan Microsoft Excel dari raw data hasil pendataan Desa.

Validasi Data

•       Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kualitas data hasil tabulasi indikator.

•       Dalam melakukan validasi, diperlukan informasi-informasi yang relevan dengan statistik terkait dan diskusi dengan para ahli.

•       Validasi output dilakukan sesuai dengan kerangka penjaminan kualitas.

•       Tahapan lebih lengkap diuraikan dalam Materi Penjaminan Kualitas Data.

Contoh:

Dari tabel Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin, ditemukan bahwa mayoritas Perempuan di Desa X berpendidikan hanya sampai SMA. Hal tersebut ternyata selaras dengan data KUA dimana Perempuan Desa A cenderung menikah setelah menamatkan Pendidikan SMA.

TAHAPAN ANALISIS MENURUT GSBPM [2]

Interpretasi Output

•       Kegiatan ini membutuhkan pemahaman lebih dalam terkait output yang diperoleh.

•       Pemahaman tersebut dibutuhkan untuk menafsirkan dan menjelaskan output dengan menggunakan analisis statistik.

•       Konsep dan keilmuan terkait obyek statistik diperlukan untuk melakukan interpretasi data.

 

Contoh:

Dari tabel jumlah petani berdasarkan usia, ditemukan bahwa mayoritas petani di Desa X berusia di atas 50 tahun, sementara jumlah petani muda sangat sedikit. Untuk menjelaskan fenomena ini, dibutuhkan wawasan terkait minat generasi muda terhadap pertanian.

Kebijakan Penyajian Data (disclosure control)

•       Kebijakan penyajian data disclosure control merupakan kebijakan pembatasan pengungkapan hasil kegiatan statistik.

•       Tujuannya adalah untuk melindungi kerahasiaan data responden atau subyek penelitian.

•       Penyelenggara kegiatan statistik harus memastikan bahwa data dan metadata yang dipublikasikan tidak melanggar ketentuan kerahasiaan data.

 

Contoh:

Staf Desa menerapakan disclosure control dengan tidak menyajikan data jumlah penerima bantuan sosial di Tingkat RT/RW. Hal ini bertujuan agar pembaca tidak menduga subyek penelitian dan menjaga kerahasiaan data pribadi.

Dapat juga menyajikan data dalam bentuk proporsi sebagai bentuk disclosure control.